a
Left sidebar
Left sidebar

Pengertian Rashdul Kiblat atau Istiwa Azam Rashdul Kiblat atau Istiwa Azam adalah sebuah fenomena langit yang jarang terjadi, yaitu ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah di Mekkah. Fenomena ini merupakan momen istimewa bagi umat Islam, karena menjadi tanda penentuan arah kiblat yang akurat, dan hal ini terjadi dua kali dalam setahun. Fenomena rashdul qiblah atau istiwa azam terjadi akibat gerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari. Peredaran matahari jika dilihat dari bumi akan selalu berpindah sebesar 23,5 derajat ke utara pada bulan Maret hingga September dan 23,5 derajat ke selatan pada bulan sebaliknya. Hal ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi yang tidak tegak lurus terhadap matahari Ketika matahari bergerak ke utara dengan posisi Ka'bah yang berada pada 21° 25' lintang utara, maka otomatis pada waktu tertentu matahari akan berada tepat di atasnya. Saat inilah nilai azimut matahari sama dengan nilai azimut lintang geografis sebuah tempat. Peristiwa tersebut juga disebut dengan hari tanpa bayangan (zero shadow) karena saat matahari tepat di atas, maka membuat benda yang berada tegak dengan matahari sehingga bayangannya menumpuk dengan benda tersebut, seolah tidak memiliki bayangan. Fenomena zero shadow ini terjadi berbeda-beda di setiap wilayah, tergantung letak geografisnya. Dan seperti diketahui bahwa, waktu terjadinya di Indonesia adalah pada 27 Mei

Adab Berbicara Dengan Orang Yang membaca Al Quran Pernahkah anda merasa bingung, ketika ada yang mengajak berbicara saat anda membaca al quran?. Atau sebaliknya, ingin berbicara dengan orang yang sedang membaca al quran? Jadi, bagaimana cara berkomunikasi dengan orang yang sedang membaca Al quran dan cara menaggapi orang tersebut. Al quran merupakan kalamullah yang langsung bersumber dari Allah SWT dan disampaikan kepada malaikat Jibril AS untuk diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan keagungan, kemuliaan dan keistimewaan Al quran, sehingga bagi siapa saja yang membaca dan mendengarkan ayat suci al quran dengan seksama, maka akan mendapat pahala dan rahmat oleh Allah SWT. (HR. Tirmidzi no. 6469) “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan itu dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (HR. Bukhari dan Muslim) “Orang yang mahir membaca Al Quran, nantinya akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat, dan orang-orang yang terbata-bata ketika membaca Al Quran dan terasa berat baginya, ia akan mendapatkan dua pahala.” (QS Al A’raf : 204) “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar

Membedah Konsep Gharim, Fakir dan Miskin Istilah fakir, miskin, dan gharim mungkin sudah pernah kita didengar, terutama dalam konteks membahas mengenai zakat dan sedekah. Namun, tahukah anda bahwa terdapat perbedaan mendasar di antara ketiganya. Mempelajari dan memahami perbedaan antara gharim, fakir dan miskin sangatlah penting, terutama untuk memastikan pemberian zakat atau bantuan yang tepat kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kategorinya. Berikut penjelasan ketiganya : 1. Miskin Adalah mereka yang memiliki harta dan usaha / penghasilan, namun masih belum mencukupi kebutuhan pokoknya. Mereka berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan penghasilannya habis saat itu juga (tidak memiliki tabungan/simpanan). Sehingga, jika terjadi hal yang sifatnya ugent, seperti sakit, kecelakaan dll, mereka tidak dapat menanganinya sendiri. Hal ini menjadikan mereka rentan terjerumus ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam. Jika digambarkan, kadar kemampuannya tidak sampai 100% standart hidup normal. Misal, jika dianalogikan hidup standart adalah berpenghasilan 4 jt perbulan, maka orang yang tergolong miskin adalah orang yang hanya mampu mencukupi kebutuhan kurang dari 4 jt perbulannya. 2. Fakir Adalah mereka yang tidak memiliki harta dan usaha / pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhan pokoknya, baik untuk diri sendiri maupun keluarganya. Jika digambarkan, kadar kemampuannya kurang dari 50% standart hidup normal. Misal, jika dianalogikan standart hidup normal adalah berpenghasilan

Pengrtian Puasa Puasa atau saum secara bahasa adalah meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja. Berdasarkan beberapa sumber bacaan, ternyata ibadah puasa dijalankan oleh beberapa agama yang ada di dunia. Walaupun cara yang dilakukan berbeda, inti dari maksud dan tujuan puasa itu adalah pengekangan diri dari sebuah keinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam agama islam, puasa terbagi menjadi dua. Pertama, puasa yang bersifat wajib, dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya idul fitri. Sedangkan puasa sunah dilakukan pada saat dan waktu tertentu, bergatung jenisnya. Akan tetapi persamaan dari kedua puasa tersebut adalah dilakukan dari saat matahari terbit hingga matahari terbenam. Syarat Batalnya Puasa Dalam konteks batalnya puasa, berarti puasa menjadi tidak sah atau hal Ini menandakan bahwa puasa yang sedang dijalani menjadi tidak terhitung dan perlu diulang pada hari lain. Adapun hal-hal yang dapat membatalkan puasa menurut ajaran islam adalah sebagai berikut : klik disini : 1. Memasukkan sesuatu ke salah satu lubang yang lima : 1.1 Mulut Yang dimaksud memasukkan sesuatu kedalam mulut adalah (menelan). Selama benda tersebut tidak ditelan, maka hal itu tidak membatalkan puasa. Jika ada pertanyaan, bagaimana jika menelan ludah? Menelan ludah juga tidak membatalkan puasa dengan syarat : Ludah sendiri. Ludah masih didalam mulut. Ludah tidak bercampur dengan zat lain. Lalu

Pengertian Al Quran Kemenag Apa itu Al Quran Kemenag?. Al Quran Kemenag atau Mushaf Al Quran Standar Indonesia, adalah mushaf resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Artinya mushaf ini menjadi pedoman utama umat Islam di Indonesia dalam membaca, mempelajari, dan memahami Al Quran. Mushaf Al Quran Kemenag memiliki beberapa standar yang menjadikannya rujukan terpercaya. Namun tidak ada kewajiban bagi penerbit Al Quran di Indonesia untuk menyamakan terbitannya dengan Al Quran Kementerian Agama (Kemenag). Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penerbit Al Quran di Indonesia : Standarisasi Mushaf Al Quran. Pemerintah Indonesia melalui Badan Litbang dan Diklat Kemenag telah menetapkan Standarisasi Mushaf Al Quran yang memuat ketentuan tentang penulisan ayat, rasm utsmani, tanda baca, dan lain sebagainya. Oleh karena itu penerbit Al Quran dianjurkan untuk mengikuti standar ini agar mushaf Al quran terjaga kesesuaian dan kualitasnya. Sertifikat Layak Cetak Al Quran. Penerbit Al Quran di Indonesia wajib memiliki Sertifikat Layak Cetak Al Quran dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Kemenag. Dengan kata lain sertifikat ini untuk memastikan bahwa mushaf yang diterbitkan telah sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Fatwa MUI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 8 Tahun 2008 tentang Penerjemahan Al Quran. Fatwa ini

PT SUARA AGUNG (Jakarta)
Kantor Pusat (Jakarta)
Komplek Mitra Matraman Blok A1 No.15.
Jl. Matraman Raya No.148 Jakarta Timur
Whatsapp +62 878 7860 0888
(021) 859 180 36 / 37
Kantor Cabang (Surabaya)
Jl. Raya Sedati Gede No.7, Sedati Gede
Sidoarjo Jawa Timur
Whatsapp 0813-9010-5009
(031) 866 26 26
Fax. (031) 866 18 00
Official Store
shopee-suara-agung tokopedia-suara-agung tiktokshop-suara-agung
Follow Us
Jam Operasional
Senin-Jumat, 08.30 - 17.00
Sabtu, 08.30 - 14.00
suaraagung.com - copyright 2024